Awasi Masa Tenang dan Pemungutan Suara, Bawaslu NTB akan Lakukan Patroli Siaga Pengawasan
|
Poto Bersama peserta Kegiatan Rapat Koordinasi Pencegahan Pelanggaran dan Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024, di Hotel Golden Palace, Selasa (6/2/2024).
Mataram, Bawaslu NTB- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTBÂ menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Pelanggaran dan Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024, di Hotel Golden Palace, Selasa (6/2/2024).
Anggota Bawaslu NTB Hasan Basri, dalam sambutannya mengatakan Bawaslu akan mengadakan patroli siaga pengawasan pada masa tenang kampanye, untuk memastikan kondusivitas dan tidak ada kampanye maupun APK terpasang selama masa tenang.
“Patroli ini akan dilakukan sebagai langkah sigap selanjutnya yang dilakukan Bawaslu dalam mengawal pemilu setelah tahap kampanye berakhir sampai tahap pelantikan,†ungkap Hasan.
Patroli siaga pengawasan nantinya akan dimulai setelah berakhirnya tahap kampanye, tepatnya pada tanggal 11 Februari 2024. Sehingga, calon legislatif dilarang mengadakan kegiatan apapun pada masa tenang kampanye.
"Patroli siaga ini kita apresiasi sebagai bentuk kesiapsiagaan kita baik Kabupaten/Kota, nantinya kita kerahkan pengawas yang sudah dibentuk di setiap kecamatan dan desa yang akan bergerak melakukan pengawasan" terang Bang Ceng sapaan akrabnya
Ia menambahkan, pengawasan ini nantinya juga akan dilakukan oleh Pemantau Pemilu yang bergabung dalam pengawas partisipatif. Tentunya langkah ini sebagai mitigasi mencegah adanya tindak pelanggaran pemilu, dan bersama-sama masyarakat dan tokoh masyarakat membantu dalam pengawasan ini.
Selain itu, setiap kegiatan pengawasan yang dilakukan nantinya akan dilaporkan secara berkala melalui sosial media yang dimiliki oleh masing-masing pengawas.
"Harapannya nanti dengan mempublikasikan kegiatan yang kita lakukan kepada masyarakat, nantinya dapat membuktikan bahwa pemilu yang dilakukan di Indonesia dilakukan secara adil dan berintegritas" imbuhnya.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota tersebut juga dihadiri oleh Anggota KPU NTB, Mastur, yang memberikan gambaran proses pemungutan dan penghitungan suara untuk membantu Bawaslu lebih detail dalam memetakan potensi kerawanan selama tungsura berlangsung. (DM)