Lompat ke isi utama

Berita

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri kegiatan Seminar Focus Group

Bawaslu NTB

Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hasan Basri, menghadiri kegiatan Seminar Focus Group sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, dan memperkaya perspektif pengawasan demokrasi bersama para pemangku kepentingan.

MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri kegiatan Seminar Focus Group Discussion (FGD) dan Konferensi Wilayah (Konferwil) III Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi NTB yang digelar di Aula Lantai 6 Bank NTB Syariah, Sabtu (25/7). Pada kegiatan tersebut, Bawaslu NTB diwakili oleh Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat, Hasan Basri

Kehadiran Bawaslu NTB dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan media siber sebagai mitra strategis dalam membangun demokrasi yang sehat, terbuka, dan berintegritas. Sinergi antara penyelenggara pemilu dan media dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Seminar FGD yang menjadi rangkaian kegiatan mengangkat tema mengenai tantangan media siber di era digital serta penguatan ekosistem pers yang profesional. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan media, kualitas jurnalisme, dan tantangan penyebaran informasi di tengah masyarakat.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Konferensi Wilayah III AMSI NTB yang membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan, penyusunan program kerja organisasi, serta pemilihan kepengurusan AMSI Provinsi NTB untuk masa bakti berikutnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri, mengatakan bahwa media memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan demokrasi, khususnya melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Media merupakan salah satu mitra strategis Bawaslu dalam membangun pengawasan partisipatif. Informasi yang akurat dan edukatif akan mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ikut mengawal setiap proses demokrasi," ujar Hasan Basri.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, kolaborasi dengan media perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi demokrasi sekaligus menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi.

Menurut Hasan, keterbukaan informasi publik juga menjadi salah satu prinsip yang terus dikedepankan Bawaslu. Melalui kemitraan dengan media, berbagai informasi mengenai pengawasan pemilu, pendidikan pemilih, hingga kebijakan kelembagaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.

Bawaslu NTB memandang media siber tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun ruang publik yang sehat melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Melalui kehadiran dalam Konferwil III AMSI NTB, Bawaslu Provinsi NTB berharap sinergi yang telah terbangun dengan insan pers terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengawasan partisipatif serta meningkatkan kualitas demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pemilu.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle