Bawaslu NTB Ajak Jemaat Gereja Advent Rawat Kerukunan dan Demokrasi
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU-Masih dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bawaslu Provinsi NTB menghadiri kegiatan kebersamaan yang diselenggarakan oleh Jemaat Isa Almasih Ampenan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Minggu sore (17/8/2025).
Bawaslu NTB diwakili oleh Hasan Basri, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas. Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen lembaga dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kerukunan antarumat beragama di Nusa Tenggara Barat.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag NTB mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa menjaga toleransi dan persaudaraan, terutama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan itu, Hasan Basri menyampaikan pesan mengenai pentingnya demokrasi yang sehat dan inklusif. Menurutnya, pemilu bukan sekadar kontestasi politik, melainkan wadah untuk memperkuat persatuan bangsa.
“Bagi Bawaslu, pemilu yang damai hanya bisa terwujud apabila masyarakat mengutamakan persaudaraan di atas perbedaan. Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi agar demokrasi berjalan adil, bermartabat, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,†ujar Hasan Basri.
Lebih jauh, Hasan Basri menyinggung soal makna kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Ia menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai lepas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana bangsa ini mampu mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan menegakkan demokrasi.
“Kemerdekaan adalah hasil perjuangan besar para pahlawan. Hari ini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara yang berbeda: menjaga demokrasi, menegakkan keadilan pemilu, dan memastikan seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya, dapat merasakan arti merdeka yang sesungguhnya,†jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Bawaslu tidak hanya penting pada saat tahapan pemilu atau pilkada berlangsung, tetapi juga dalam membangun kesadaran politik masyarakat sepanjang waktu. Bawaslu, lanjutnya, senantiasa mendorong partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk jemaat gereja, untuk ikut aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban. Dialog interaktif yang terjalin mencerminkan semangat kebersamaan lintas iman, serta memperlihatkan bagaimana nilai toleransi, persatuan, dan semangat kemerdekaan dapat terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Bawaslu NTB dalam acara tersebut menjadi pesan penting bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi sosial, kebangsaan, dan kemerdekaan. Dengan memperkuat kebersamaan, Bawaslu percaya demokrasi dapat tumbuh kokoh di tengah keberagaman masyarakat NTB sebuah cara mengisi kemerdekaan di era modern.