Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu NTB Ajak Organisasi Masyarakat Terlibat dalam Pengawasan Pemilu

Bawaslu NTB Ajak Organisasi Masyarakat Terlibat  dalam Pengawasan Pemilu
Ketua Bawslu NTB Itratip saat memberikan sambutan pada sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dengan organisasi masyarakat Kamis (6/10) /Humas Bawaslu NTB

Mataram-Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dengan organisasi masyarakat, Kegiatan sosialisasi tersebut diadakan dalam rangka peningkatan dari segi pengetahuan, pemahaman kepada peserta agar secara swadaya terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu di Grand Madani Hotel Mataram, 6-7 Oktober 2022.

Sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif yang mengusung tema "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu" itu dibuka langsung Ketua Bawaslu NTB Itratip.

Ketua Bawaslu NTB, Itratip mengatakan pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat yang punya peran strategis sebagai media atau sebagai organisasi lembaga yang bisa mengkampanyekan pencegahan pelanggaran selama tahapan penyelenggaraan pemilu berlangsung. Karena mencegah lebih baik daripada memprioritaskan penindakan, sekaligus menjadi upaya untuk mengurangi risiko pelanggaran dan sengketa antara penyelenggara dan peserta pemilu.

Itratip menambahkan, keterlibatan organisasi dalam melakukan pembinaan pengawasan menjadi suatu keharusan atau tanggung jawab yang tidak bisa kita hindari.

Lebih lanjut,jika melihat dari jumlah personel yang kurang, yaitu Bawaslu tingkat provinsi hanya 5 orang, Kabupaten/Kota 3 dan 5 orang, Kecamatan 3 Orang dan pengawas di desa 1 orang, maka kalau dilihat dari komposisi itu sangat tidak mungkin untuk menjawab keseluruhan ekspektasi masyarakat untuk memastikan semua proses penyelenggara tahapan pemilu itu berjalan sesuai dengan harapan kita semua.

Bawaslu NTB ingin memberdayakan dan menggelorakan pengawasan di setiap organisasi kepemudaan sehingga punya kepedulian dan pengawasan untuk setiap proses.

“Kita berharap bahwa semua organisasi masyarakat, semua organisasi pemuda itu melihat pemilu bukan hanya pencoblosan, tapi proses pengawasannya,” jelasnya.

Untuk mendorong langkah partisipatif, pihaknya memulai sosialisasi dan edukasi untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan, termasuk juga jurnalis.

Peserta kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif menyasar 100 orang dari kalangan organisasi masyarakat berbasis keagamaan, media, perempuan, kelompok rentan, komunitas budaya, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle