Bawaslu NTB Gelar Rapat Evaluasi Pengawasan Pemilu 2024, Matengkan Srategi Pengawasan Pilkada 2204
|
Mataram, SahabatBawaslu-Bawaslu NTB menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan pada Pemilihan Umum Tahun 2024 dengan Bawaslu Kabupaten/Kota, Pemantau Pemilu, serta stakeholder terkait. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Jumat-Minggu (22/11-24/11) di Kota Mataram.
Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, memberikan sambutan dan arahannya pada pembukaan kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia dengan tegas meminta jajarannya untuk serius, profesional, dan tidak main-main dalam mengawasi jalannya Pilkada, terutama saat pemungutan suara hingga proses rekapitulasi dan penetapan hasil Pilkada.
“Ingat, apa yang kita lakukan ini menentukan masa depan NTB, jangan coba-coba sampai menjual kehormatan pengawas pemilu dengan janji, iming-iming atau suap. Kalau ada yang ketahuan menerima sesuatu atau main mata dari paslon akan kami berikan sanksi tegas," tegas Hasan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan netralitas pengawas pemilu. Mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan pengawas TPS menjadi fokus perhatian Bawaslu ProvinsI NTB di Pilkada 2024. Ia tidak ingin mengulangi Pemilu 2024 di mana terjadi penghitungan suara ulang di salah satu Kabupaten di NTB dan terbukti bahwa adanya pergeseran suara caleg.
“Itu pukulan keras bagi kita, bukti bahwa saat itu, ada penyelenggara yang tidak berintegritas, jadi sekarang netralitas penyelenggara menjadi concern kita semua, untuk memastikan tidak ada kejadian serupa, apalagi sekarang masyarakat diperbolehkan mengambil foto C.Hasil,†imbuhnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Anggota Bawaslu, Suhardi dan Umar Achmad Seth yang juga menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses pada Pemilu 2024. Mereka juga menekankan agar catatan-catatan di Pemilu 2024 menjadi atensi seluruh pihak agar menjadikan Pilkada lebih baik dan berintegritas.