Bawaslu NTB Gelar Webinar Ngabuburit Pengawasan, Refleksikan Bersama Nilai-nilai Puasa dalam Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan
|
Mataram- SahabatBawaslu.Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar webinar Ngabuburit Pengawasan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Acara yang berlangsung pada Jumat (7/03) sore ini mengangkat tema “Transformasi Nilai-Nilai Puasa dalam Penyelenggaraan Pemilihan yang Bersih, Jujur, dan Adilâ€.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa momentum Ramadhan menjadi kesempatan yang tepat untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam pengawasan pemilu.
“Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari hal-hal yang merusak, begitu pula dalam pemilu, kita harus menahan diri dari praktik-praktik kecurangan demi mewujudkan demokrasi yang bermartabat,†ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, acara Ngabuburit Pengawasan tersebut juga menghadirkan TGH Lalu Ahmad Zainuri sebagai narasumber. Ia menyampaikan beberapa hal mengenai transformasi nilai-nilai puasa ke dalam konteks pengawasan Pemilu. Ia menekankan bahwa nilai-nilai puasa memiliki banyak kesamaan dengan prinsip penyelenggaraan pemilu, seperti jujur dan adil.
“Dalam pemilu, kejujuran berarti menjauhi kebohongan dan informasi palsu (hoax) yang dapat menyesatkan masyarakat. Informasi yang benar adalah kunci untuk membuat pilihan yang tepat. Begitu juga dengan adil, Pemilu harus diselenggarakan tanpa adanya diskriminasi terhadap pihak manapun,†ungkapnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, TGH Lalu Ahmad Zainuri juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga transparansi dan keadilan pemilu. Selain itu, webinar ini juga menjadi ajang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam melakukan pengawasan yang efektif di wilayah masing-masing.
Webinar ini diikuti oleh peserta dari Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengawasan pemilu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam menjaga integritas pemilu melalui refleksi nilai-nilai puasa seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.