Bawaslu NTB Hadiri Doa Kebangsaan Lintas Agama, Tegaskan Demokrasi Sehat Berjalan di Atas Kerukunan
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat turut menghadiri kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama se-NTB yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB di Kota Mataram. Acara yang diikuti oleh sekitar 50.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dari seluruh kabupaten/kota di NTB ini menjadi momentum besar dalam meneguhkan komitmen bersama merawat kerukunan dan toleransi antarumat beragama pada, Jum'at (29/08/2025).
Kehadiran Bawaslu NTB pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyentuh upaya pembangunan demokrasi yang sehat dan damai. Bawaslu menilai, demokrasi tidak akan berjalan tanpa adanya suasana kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Acara doa kebangsaan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. yang hadir langsung sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan NTB sebagai teladan nasional dalam merawat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa semangat kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama harus menjadi fondasi utama dalam menjaga demokrasi di Indonesia, termasuk di NTB.
“Doa kebangsaan ini mengingatkan kita semua bahwa demokrasi tidak akan pernah bisa berjalan di tengah perpecahan. Demokrasi hanya bisa tumbuh di atas pondasi kerukunan dan persaudaraan. Karena itu, mari kita jaga kebersamaan ini, agar pemilu di NTB selalu damai dan berintegritas,†ujar Hasan Basri.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang memperkokoh persatuan.
“Keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di NTB harus kita rawat bersama. Inilah modal sosial kita dalam menjaga Indonesia tetap utuh. Demokrasi yang sehat hanya bisa hadir bila masyarakat hidup dalam suasana rukun,†tambahnya.
Bagi Bawaslu NTB, momentum doa kebangsaan lintas agama ini menjadi pengingat bahwa tugas pengawas pemilu tidak berhenti pada tahapan teknis semata, melainkan juga ikut serta dalam menjaga keharmonisan sosial. Dengan demikian, setiap proses demokrasi di NTB diharapkan dapat berlangsung secara damai, bermartabat, dan berintegritas.