Bawaslu NTB Ikuti Rakor Daring Bersama KPU NTB
|
BAWASLU NTB, Mataram – Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid, S.Ag., MH bersama Anggota Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth, SH., MH mengikuti Rapat Daring Koordinasi Stakeholder dalam Persiapan Lanjutan Pemilihan Serentak Tahun 2020 bersama KPU Provinsi NTB dan Stakeholder secara daring, melalui Aplikasi Zoom. Selasa, (16/06/2020).
Pelaksanaan kegiatan rapat daring, berkoordinasi dengan stakeholder pada persiapan lanjutan Pilkada tahun 2020, dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan pengawasan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat, ditengah wabah Virus Corona atau Covid 19. Sehingga dalam keberlangsungan pilkada tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Diketahui bahwa, pemilihan serentak tahun 2020 akan dilaksanakan 9 Desember 2020, sehingga seluruh jajaran Bawaslu harus menyiapkan strategi berkaitan dengan pengamanan diri serta cara interaksi pada saat tahapan coklit.
M. Khuwailid selaku Ketua Bawaslu Provinsi NTB mengungkapkan Bawaslu saat ini sedang melakukan contacts tracking terhadap daerah atau lingkungan yang terdampak Covid 19, hal ini sebagai langkah awal Bawaslu agar melakukan protokol kesehatan ketat diwilayah wilayah tersebut “Dalam scope yang sangat terbatas, agar dapat diberikan nama-nama orang yang positif COVID-19. Hal ini berkaitan dengan cara berinteraksi pada saat tahapan coklit,†katanya.
Selain itu lanjut Khuwailid, akibat dari diturunkannya batas atas jumlah pemilih dalam TPS (500 pemilih per TPS), hal tersebut berdampak pada skema pengamanan dari Kepolisian dan pengawasan dari jajaran Bawaslu. “Kita akan lakukan penyesuaian strategi karena berkaitan dengan standar pengamanan diri yang sesuai dengan protokol kesehatan†tambahnya.
Khuwailid meminta agar KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten maupun Kota merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan protokol, sebagai bentuk panduan dalam pelaksanaan pilkada nanti. Hal ini, sebagai antisipasi awal kepada wilayah yang perlu penanganan khusus akibat Covid 19. Langkah langkah tersebut harus dilakukan dengan tujuan bahwa mengutamakan keselamatan seluruh penyelenggara pemilihan adalah hal yang paling penting.
Khuwailid juga mengingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap Bakal Calon yang melakukan penyelewengan berbentuk bantuan sosial kepada masyarakat terdampak, ini merupakan salah satu kasus yang sangat serius ditangani oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini. Harapannya, seluruh stakeholder juga bersama-sama untuk mensukseskan pilkada nanti dengan memperhatikan protokol kesehatan, untuk masyarakat, dan seluruh elemen yang berperan penting dalam pilkada 9 Desember 2020 nanti. Sehingga, berjalan dengan lancar dan aman.
Rapat dihadiri oleh Kapolda NTB, Danrem 162 Wira Bhakti, Komisi 1 DPRD Prov. NTB, BNN Prov. NTB, Kejati NTB, Pengadilan Tinggi NTB, PTUN, Sekda NTB, Kesbangpoldagri NTB, Gugus Tugas Covid-19, Dikbud Prov. NTB, Kemenag Prov. NB, Kemenkumham NTB, KI NTB, KPID NTB, Binda NTB. (Humas/DM).