Bawaslu NTB Jalin Sinergi dengan TVRI: Menegaskan Masa Non-Tahapan sebagai Momentum Literasi Pengawasan
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan silaturahmi ke TVRI Stasiun NTB. Rombongan Bawaslu diterima langsung oleh Kepala Stasiun TVRI NTB, Ina Djara, beserta jajaran. Pertemuan ini bertujuan memperkuat komunikasi sekaligus menjajaki kerja sama kelembagaan dalam penyiaran informasi pengawasan pemilu.
Silaturahmi tersebut dimanfaatkan Bawaslu NTB untuk menyampaikan pandangan strategis mengenai peran media penyiaran publik dalam mendukung fungsi pengawasan pemilu, khususnya pada masa non-tahapan. Menurut Bawaslu, masa non-tahapan bukan sekadar jeda, melainkan fase penting untuk membangun kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat terhadap pengawasan pemilu.
Dalam kesempatan itu, Bawaslu NTB memperkenalkan gagasan “Bawaslu Mensyiarkan” sebagai ruang awal diskusi kerja sama penyiaran dengan TVRI NTB. Gagasan ini masih dalam tahap penjajakan, dengan fokus pada penyampaian informasi pengawasan pemilu secara edukatif, objektif, dan berkelanjutan melalui media publik.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu NTB, Hasan Basri, menegaskan bahwa masa non-tahapan merupakan momentum strategis untuk memperkuat fondasi pengawasan pemilu di masyarakat.
“Masa non-tahapan ini adalah masa menanam. Menanam pemahaman, menanam kesadaran, dan menanam partisipasi masyarakat agar ketika tahapan pemilu dimulai, publik sudah siap menjadi bagian dari pengawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, media penyiaran publik memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif secara luas dan berkesinambungan.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth, menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu.
“Pengawasan tidak hanya bekerja ketika pelanggaran terjadi. Justru pada masa non-tahapan inilah edukasi dan informasi harus diperkuat agar potensi pelanggaran dapat ditekan sejak awal,” jelasnya.
Ia berharap sinergi dengan TVRI NTB dapat mendukung penyampaian informasi yang berimbang dan mudah dipahami masyarakat terkait tugas dan kewenangan Bawaslu.
Kepala Stasiun TVRI NTB, Ina Djara, menyambut baik silaturahmi tersebut dan menyatakan keterbukaan TVRI untuk membangun komunikasi serta kerja sama kelembagaan dengan Bawaslu NTB.
“TVRI sebagai lembaga penyiaran publik tentu memiliki tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami terbuka untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang sejalan dengan tugas dan fungsi masing-masing lembaga,” ungkapnya.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Bawaslu NTB dan TVRI NTB guna mendukung penguatan demokrasi serta peningkatan kualitas pengawasan pemilu di Nusa Tenggara Barat.