Bawaslu Tekankan Politiknya Anak Muda Bukan Politik Uang
|
Ketua Bawaslu NTB, Itratip (Rompi Coklat) membuka kegiatan tersebut dengan menyampaikan pesannya kepada generasi muda yang hadir untuk menjauhi politik uang.
Mataram-Bawaslu NTB, Bawaslu RI menggelar Sosialisasi Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2024 dengan kalangan pemuda di Kota Mataram pada Kamis (30/11).
Sosialisasi tersebut mengangkat tema “Wujudkan Pemilu Damai dan Bebas Politik Uang di Provinsi Nusa Tenggara Barat†dan digelar untuk menanamkan nilai anti politik uang kepada generasi muda terutama pemilih pemula di Provinsi NTB.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip membuka kegiatan tersebut dengan menyampaikan pesannya kepada generasi muda yang hadir untuk menjauhi politik uang.
“Anti politik uang harus terekam di alam bawah sadar kita, jangan sampai generasi muda kita terpapar politik uang, jadi harus konsisten untuk menanamkan nilai tersebut,†jelasnya.
Itratip juga menyampaikan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara dengan tingkat praktik politik uang yang tinggi di dunia. Sekitar 33% persen orang Indonesia sudah terpapar politik uang, ini artinya 1 dari 3 orang Indonesia mengenal dan mewajarkan praktik politik uang.
“Saya sebut politik uang ini adalah malpraktik dalam Pemilu dan demokrasi, ancaman serius bagi kita, jadi kita harus hadapi bersama, terutama generasi muda, harus antipati terhadap praktik-praktik haram tersebut,†tegas Itratip.
Hadir juga sebagai narasumber, akademisi Universitas Mataram, Saiful Hamdi, yang menganggap bahwa maraknya politik uang karena mayoritas alasan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Indonesia yang masih di level menengah ke bawah.
“Perlu ada intervensi pemerintah, terutama dari segi kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, anak muda bisa ikut andil dalam merumuskan atau mengawal kebijakan tersebut,†tuturnya.
Narasumber ketiga, adalah tokoh pemuda, Nazmul Wathan, yang memantik semangat peserta yang hadir dengan menyerukan untuk mendukung ide dan gagasan dalam kontestasi Pemilu, bukan modal dan politik uang.
“Kita harus dukung mereka yang punya ide dan gagasan yang rasional dan dapat membangun bangsa, dan bukan mereka yang menggunakan uang untuk menang, kalau ada anak muda dengan gagasan yang bagus, harus kita dukung,†tutupnya.