Lompat ke isi utama

Berita

Humas Bawaslu Dituntut Lebih Inovatif dan Kreatif

Humas Bawaslu Dituntut Lebih Inovatif dan Kreatif

BAWASLU NTB, Mataram - Perbaikan tata kelola komunikasi pemerintah di masa Pandemi Virus Corona atau Covid 19, menuntut lembaga kepemerintahan untuk merubah cara pandang dan cara berpikir dalam menyampaikan informasi publik. Salah satunya adalah kehumasan, kehumasan berperan dpenting dalam memberikan informasi kepada publik melalui media massa maupun digital. Beranjak dalam hal itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Republik Indonesia melaksanakan kegiatan secara Daring yaitu, Peningkatan Kapasitas Kehumasan Bawaslu dengan tema Komunikasi Digital Humas Bawaslu bersama Humas Bawaslu Provinsi Se-Indonesia. Kamis, (18/06/2020).

Koordinator Divisi Hukum dan Humas Bawaslu Republik Indonesia Fritz Edwar Siregar dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kehumasan yang bersentuhan langsung dengan perubahan teknologi ini harus melakukan peningkatan kemampuan dan kapasitas seperti pembuatan berita, foto, video, komunikasi antar lembaga, dan media informasi. Hal ini sejalan dengan perubahan gaya komunikasi pemerintah dari komunikasi tunggal dan terjadwal serta tradisional berubah menjadi cepat dan kapan saja. "Humas harus bertransformasi dan sering kali kita harus belajar, belajar untuk memberikan kabar dan berita yang terbaik untuk masyarakat".

Humas Bawaslu harus memposisikan diri sebagai jembatan antara lembaga dan masyarakat ataupun suatu instansi. Terutama masyarakat, masyarakat tidak seluruhnya mengetahui tentang program yang dilakukan Bawaslu. Sehingga, penyampaian kata pada suatu informasi perlu untuk disederhanakan agar mudah untuk dipahami. Frtitz juga menekankan, yang menjadi keinginan Bawaslu adalah program-program Bawaslu dapat tersampaikan dengan baik. hal ini menjadi tantangan bagi humas Bawaslu, untuk memberikan pemahaman yang utuh sehingga masyarakat lebih mengenal dan mendukung program Bawaslu termasuk komunikasi melalui digital.

Komunikasi secara digital menjadi penting, apalagi humas harus kreatif dengan cara penyampaiannya. Humas perlu kata-kata ataupun gambar yang dapat menyampaikan pesan. Tetapi, bagaimana penyampaian kata itu bisa menyesuaikan dengan target audience. "Kawan-kawan di Bawaslu yang punya konteks dalam berpikir pasti lebih mengerti bahasa yang ilmiah, sementara masyarakat belum tentu bisa mengerti dan langsung faham apa yang di sampaikan" tutur Fritz.

Bawaslu sebagai salah satu lembaga penyelenggara Pemilu, dimana Humas memiliki ujung harapan lembaga yaitu kepercayaan tinggi publik kepada Bawaslu tentu harus bisa memaintenance komunikasi dan relasi di era digital. Humas harus mampu merubah cara pandang dari bekerja liner dan menunggu perintah atasan menjadi visioner dan kreatif serta inovatif, memiliki kompetensi layaknya seorang editor yang handal, terutama dalam meningkatkan kemay menghasilkan konten komunikasi publik yang menarik lebih padat, berisi, inovatif dan kreatif. (Humas/DM).

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle