Lentera Bawaslu, Upaya Bawaslu NTB Perkuat Literasi Regulasi dan Integritas Jajaran
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar kegiatan Lentera Bawaslu (Literasi Elektoral dan Regulasi Bawaslu) sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan budaya organisasi di lingkungan Bawaslu NTB, Kamis (16/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratip, S.T., M.T., sebagai narasumber dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB.
Lentera Bawaslu merupakan salah satu implementasi Program Jumat Sehati (Jumat Menjaga Tubuh, Sehat Hati, Kuat Iman) dan Jumpa Berlian (Jujur, Menanam, Pelihara, Amankan, Bersih, Lingkungan dan Alam Nyata) yang diinisiasi Bawaslu Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan sekaligus memperkuat nilai-nilai integritas di lingkungan Bawaslu.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu diberikan ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi kepemiluan dan kelembagaan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pengawasan. Penguatan literasi regulasi dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelaksanaan tugas pengawasan.
Dalam pemaparannya, Itratip menekankan bahwa pemahaman terhadap regulasi tidak boleh berhenti pada aspek normatif semata, tetapi harus mampu diterapkan secara tepat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, pengawas pemilu dituntut memiliki kemampuan memahami sekaligus mengimplementasikan ketentuan peraturan perundang-undangan secara konsisten.
"Regulasi merupakan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas Bawaslu. Karena itu, seluruh jajaran harus terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat pemahaman terhadap setiap ketentuan yang berlaku agar pelaksanaan pengawasan berjalan profesional, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum," ujar Itratip.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika regulasi kepemiluan akan terus berkembang seiring perkembangan sistem demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu, budaya belajar dan memperbarui pengetahuan harus menjadi bagian dari karakter setiap insan Bawaslu.
Kegiatan Lentera Bawaslu tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan mengenai regulasi, tetapi juga menjadi media diskusi bagi jajaran Bawaslu untuk menyamakan persepsi dalam memahami berbagai ketentuan yang berkaitan dengan tugas pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran, maupun penyelesaian sengketa proses pemilu.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Provinsi NTB, Syaifuddin, S.H., mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus pembinaan di lingkungan Bawaslu NTB. Melalui berbagai program pembelajaran, jajaran Bawaslu didorong untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan regulasi dan kebutuhan organisasi.
"Lentera Bawaslu menjadi salah satu ruang belajar bersama bagi seluruh jajaran. Kami ingin membangun budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, penguatan integritas, dan pembelajaran yang berkelanjutan sehingga kualitas kelembagaan Bawaslu terus meningkat," kata Syaifuddin.
Melalui kegiatan Lentera Bawaslu, Bawaslu Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi pembelajar yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Sejalan dengan semangat Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, penguatan literasi regulasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bawaslu dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat