Bawaslu NTB dan PHDI Diskusikan Berbagai Tantangan dan Peran Masyarakat dalam Pemilu
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Bawaslu NTB terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Salah satunya melalui diskusi konsolidasi demokrasi bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, Kamis (3/9/2026), di kediaman Ketua PHDI NTB, I Wayan Karioka.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, menyampaikan pertemuan tersebut merupakan ruang untuk mendengar langsung pandangan masyarakat soal dinamika dan pelaksanaan Pemilu. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan memiliki pengaruh dalam membangun nilai moral.
“Organisasi keagamaan masih menjadi penjaga moral yang sangat didengar oleh jemaatnya, sehingga penting dalam demokrasi kita. Di sisi lain, banyak tantangan yang menggerus nilai demokrasi kita, jadi kami berharap organisasi keagamaan ikut menyuarakan pentingnya politik yang sehat kepada masyarakat,” ujar Itratip.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri. Menurutnya, organisasi keagamaan dapat mengambil peran lebih jauh dengan melakukan kajian dan menyuarakan gagasan mengenai sistem pemilu kepada para pembuat kebijakan.
Dari sisi penegakan hukum, Anggota Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth dan Suhardi, menyampaikan adanya perkembangan dan penguatan posisi rekomendasi Bawaslu menjadi salah satu perubahan penting dalam mekanisme penanganan pelanggaran. Namun demikian, regulasi yang ada tetap memiliki keterbatasan.
"Masukan dari masyarakat dan organisasi keagamaan saya kira sangat penting untuk menjadi bahan perbaikan aturan dalam menghadapi kontestasi politik ke depan," ungkap Umar.
Sementara itu, pengurus PHDI NTB menyampaikan sejumlah catatan kritis, seperti pengawasan terhadap persyaratan administratif calon, terutama kualifikasi pendidikan. PHDI juga menilai pendidikan politik masyarakat masih menjadi tantangan karena pilihan politik terkadang lebih dipengaruhi kesukaan terhadap figur atau imbalan tertentu dibandingkan visi dan misi calon.
Konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan bukan hanya soal bagaimana pemilu dilaksanakan, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut menentukan kualitasnya, sehingga sinergi antara masyarakat dan penyelenggara Pemilu adalah aspek yang penting untuk dirawat.