Ngabuburit Pengawasan Ke-2: Refleksikan Bersama Pengawasan Pilkada 2024
|
Mataram-SahabatBawaslu. Bawaslu NTB kembali menggelar webinar Ramadan bertajuk Ngabuburit Pengawasan pada Senin sore (17/3). Acara ini diikuti oleh Bawaslu Kabupaten/Kota serta masyarakat umum, dan mengusung tema "Refleksi Pengawasan Pilkada Tahun 2024 dalam Perspektif Spiritualitas."
Webinar tersebut diisi oleh Hadi Wijaya, Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, yang juga merupakan kader pengawas partisipatif Bawaslu tahun 2018. Ia menyampaikan sejumlah hal mengenai evaluasi dan refleksi pengawasan Pilkada Tahun 2024 lalu.
“Dalam melaksanakan pengawasan pasti ada tantangan dan kendala yang dihadapi oleh jajaran Bawaslu, baik dari segi keterbatasan personil, serta dinamika sosial di masyarakat yang membuat beberapa bentuk pelanggaran masih terjadi saat tahapan berlangsung,†ungkapnya.
Ia juga menambahkan, refleksi terhadap pengawasan Pilkada 2024 juga dilakukan khususnya dalam memahami nilai-nilai etika, kejujuran, dan keadilan yang selaras dengan semangat spiritualitas Ramadan.
Di sisi lain, Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan pengawasan pemilu sebagai bentuk ibadah yang berorientasi pada nilai-nilai kebaikan dan kejujuran.
"Niat yang lurus dan tanggung jawab moral dalam mengawasi jalannya demokrasi adalah bagian dari implementasi nilai-nilai spiritual. Dengan refleksi ini, kita berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemilihan yang bersih dan adil," ujarnya.
Selain memperdalam pemahaman terkait pengawasan pemilu, webinar ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mengawal demokrasi di NTB. Diharapkan, semangat Ramadan mampu menginspirasi pengawas pemilu untuk tetap teguh dalam menjalankan tugasnya dengan integritas.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami lebih jauh makna spiritualitas dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.