Pastikan Penilian Kinerja ASN Dilakukan Dengan Baik, Bawaslu NTB Gelar Bimtek Pengisian SKP Tahun 2024
|
Suasana Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan dan Pengisian SKP Tahun 2024 pada Aplikasi E-Kinerja di Lingkungan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota pada Senin-Rabu (10/6) di Kota Mataram.
Mataram, Bawaslu NTB-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan dan Pengisian SKP Tahun 2024 pada Aplikasi E-Kinerja di Lingkungan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota pada Senin-Rabu (10/6-12/6) di Kota Mataram.
Kepala Sekretariat Bawaslu NTB, Lalu Ahmad Yani, menyampaikan sambutannya dalam pembukaan tersebut. Ia berpesan kepada jajarannya bahwa bimbingan teknis pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) merupakan hal yang krusial bagi ASN.
“Urgensi kegiatan ini adalah pentingnya SKP bagi seorang ASN, karena berkaitan langsung dengan penilaian kinerja dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai ASN,†ungkap Miq Yani, sapaan akrabnya.
Ia juga menyampaikan agar ASN di lingkungan Bawaslu, baik PPPK maupun PNS mengikuti bimtek tersebut dengan seksama. Miq Yani menambahkan bahwa bimtek tersebut digelar juga untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar pengisian SKP baik bagi PPPK baru, maupun PNS penugasan yang masih beradaptasi dengan tugas-tugas barunya.
“Agar tidak ada lagi keresahan akibat bingung mengisi SKP, baik bagi PPPK Baru, PNS penugasan, atau PNS organik kita yang diperbantukan untuk melaksanakan tugas di Bawaslu Kabupaten/Kota,†imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, bimtek tersebut diisi oleh narasumber dari Biro SDM dan Umum Bawaslu RI, serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. Kedua narasumber menyampaikan materi tentang teknis pengisian SKP yang diikuti baik secara daring dan luring oleh seluruh ASN di lingkungan sekretariat Bawaslu NTB.
“Seperti kita ketahui bahwa SKP sebagai tools atau instrumen penilaian kita terhadap sasaran kinerja dan target kita selama 1 tahun. Baik-buruknya, potret diri kita sebagai aparatur sipil negara ASN dalam hal ini akan dilihat dari SKP, berapa capaian outputnya, berapa andilnya kinerja kita dalam organisasi,†tutup Miq Yani dalam kegiatan tersebut.