Perluas Pengawasan Partisipatif, Bawaslu NTB Gelar Sosialisasi dengan Universitas dan Sekolah
|
Bawaslu NTB menggelar sosialisasi peningkatan peran Lembaga pendidikan pada pengawasan partisipatif dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024
MATARAM, Sahabat Bawaslu-Bawaslu NTB menggelar sosialisasi peningkatan peran Lembaga pendidikan pada pengawasan partisipatif dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024. Sosialisasi tersebut digelar di Kota Mataram pada Kamis-Sabtu (7/11-9/11) dan diikuti oleh civitas akademika 10 Perguruan Tinggi dan perwakilan SMA, SMK, dan MAN di Kota Mataram.
Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, membuka kegiatan tersebut dan dalam sambutannya ia menyampaikan peran-peran penting kalangan akademisi dalam pengawasan partisipatif. Menurutnya, civitas akademika merupakan mitra strategis Bawaslu dalam melakukan kerja-kerja pengawasan, hingga melakukan kajian kebijakan dan inovasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi Bawaslu.
“Kalangan akademik, terutama civitas akademika selalu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam melaksanakan kerja-kerja pengawasan, baik dalam pengembangan pendidikan pengawasan partisipatif, hingga kajian kebijakan dan penelitian soal kepemiluan, lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam hal tersebut,†ungkap Hasan.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memperluas jejaring pengawasan partisipatif. Tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, namun juga di lingkungan sekolah menengan atas atau SMA sederajat. Itulah mengapa sosialisasi tersebut juga mengundang perwakilan SMA, SMK, dan MAN.
“Pendidikan politik bagi pemilih pemula juga merupakan fokus kami dalam menjaga hak pilih dan menanamkan budaya pengawasan partisipatif sejak awal, karena fokus Bawaslu saat ini adalah melakukan pencegahan, dan dilakukan sejak awal pada pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya, agar mereka bisa menentukan pilihan dengan bijak,†imbuh Hasan.
Kegiatan tersebut juga diisi oleh beberapa narasumber dari kalangan akademisi seperti akademisi UIN Mataram, Jumarim, dan Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia NTB, Lalu Aksar Ansari. Selain itu, Ketua Mafindo NTB, Nurliya NR juga hadir untuk memberikan edukasi melawan hoaks dan disinformasi, serta Perwakilan Dinas Dikbud NTB, Muhajidin yang menyampaikan pentingnya pengawasan partisipatif bagi pelajar dan mahasiswa.