Lompat ke isi utama

Berita

Suhardi: Keterlibatan Masyarakat dan Partisipasi Pemuda Di Dunia Maya

Suhardi: Keterlibatan Masyarakat dan Partisipasi Pemuda Di Dunia Maya
Anggota Bawaslu NTB, Suhardi (Kanan) Baju Hitam saat hadir sebagai narasumber dalam program dialog interaktif NTB pagi yang mengudara dari lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro l Mataram, Selasa, (9/7/2024).

Mataram, SahabatBawaslu - Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat Suhardi menjadi narasumber dalam program dialog interaktif pagi yang mengudara dari lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro l Mataram, Selasa, (9/7/2024).

Dialog tersebut mengangkat tema Partisipasi Politik di Dunia Maya yang tayang di channel youtube RRI Pro I Mataram.

Suhardi dalam dialog tersebut mengatakan kaitan politik dan dunia maya tentunya beranjak dari diselenggarakannya pemilu maupun pilkada. Tentunya, baik pemilu maupun pilkada yang berperan penting dalam hal ini adalah masyarakat.

"masyarakat nantinyalah yang akan memilih, masyarakat akan memilih pemimpin yang diharapkan dapat memajukan dan mensejahterakan bangsa" ujar Hardi

Keberadaan media sosial atau dunia maya di pemerintahan mengubah perspektif lembaga publik dan birokrasi di seluruh dunia. Baru-baru ini, istilah politik digital sudah mulai mendapat atensi lebih dari masyarakat, khususnya generasi muda yang biasa disebut gen Z.

Menurut Hardi, Gen Z saat ini lebih sering mekritisi sebagai bentuk peningkatan kualitas kebijakan kepemerintahan baik melalui orasi maupun dunia maya. Sehingga, Bawaslu sendiri melalui akun-akun formil baik Facebook, Instagram dan akun sosial media lainnya menginisiasi pergerakan dalam meningkatkan kualitas kerja kepengawasan. Langkah ini dilakukan untuk menarik lebih banyak pengguna sosial media dalam memerangi politik yang nakal.

"Saya pikir, akun sosial media itu penting ya. Karena jangkauannya lebih luas keseluruh pengguna. Sehingga, keefektifan kinerja Bawaslu lebih naik tingkat dengan adanya akun-akun terdaftar itu, terlebih masyarakat bisa mengakses itu dimanapun dan kapanpun mereka mau" imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa selanjutnya akan dilakukan Pilkada serentak di masing-masing daerah, pilkada ini sudah memasuki tahapan pencoklitan. Yang artinya, tahapan selanjutnya sudah sangat dekat. Sehingga, tidak dimungkinkan adanya kampanye dini padahal tahapan ini belum dimulai.

Sebab itulah, dengan memberikan informasi kepada masyarakat melalui sosial media juga mempercepat informasi kepada masyarakat. Sehingga, dengan adanya sosial media ini dapat meningkatkan kualitas kuantitas kerja Bawaslu.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle