Lompat ke isi utama

Berita

Suhardi Turun Langsung Monitoring Verfak

Suhardi Turun Langsung Monitoring  Verfak

BAWASLU NTB, Mataram-Koordinator Divisi Hukum, Humas Data dan Informasi Bawaslu NTB Suhardi S IP., MH turun langsung melakukan monitoring  Verifikasi Faktual (verfak) dukungan  Bakal Pasangan Calon Perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah Walikota & Wakil Walikota Mataran Tahun 2020 bersama jajaran Bawaslu Mataram, Pengawas Kecamatan dan Pengawas Kelurahan di  Kota Mataram, Selasa, (30/6/2020).

Hari ini merupakan hari ke empat Bawaslu melakukan verifikasi faktual. Verifikasi faktual merupakan langkah selanjutnya dalam tahapan pilkada serentak tahun 2020.  Pengawasan verfak bertujuan untuk memastikan kebenaran data pendukung mulai dari kesesuaian nama, alamat , NIK dan surat dukungan. 

Berdasarkan PKPU 5 tahun 2020 jadwal tahapan verifikasi faktual terhadap dukungan bakal pasangan calon perseorangan dilaksanakan selama dua pekan atau empat belas hari kalender dimulai pada 24 Juni hingga 12 Juli 2020.

Koordiv. Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu NTB Suhardi mengatakan di Kota Mataram terdapat satu pasangan bakal cawali dan cawawali yang maju dari jalur perseorangan yaitu pasangan Dianul Hayezu SE dan Badrun Nadianto S.Sos., M.Pd.

"Ada satu pasangan yang akan kita monitoring kelengkapan dan kesesuaian datanya" katanya.

Sejauh ini, verifikasi yang dilakukan terbilang lancar meskipun ada kendala kecil dilapangan. Selain itu, Hardi juga  mengingatkan kepada petugas yang bekerja, bahwa kerja pengawasan harus melekat, artinya harus berada langsung saat verfak dilaksanakan. Hal ini, untuk mengurangi kesalahan dan kesempatan untuk berbuat curang dalam pilkada yang sehat dan adil ini. “Pengawas itu bertugas untuk mengawasi langsung, bukan dengan jarak jauh, kita harus cegah kecurangan dengan lebih teliti mengawasi.” tegas Hardi lelaki asal Lombok Barat ini.

Hardi juga mengatakan, metode pengawasan dilaksanakan secara protokol covid-19 apalagi menurutnya verfak dilakukan secara door to door (dari rumah ke rumah). Sehingga, protokol kesehatan sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan para pengawas yang bertugas.

Harapannya kedepan, agar tahapan demi tahapan yang dilakukan berjalan dengan lancar,q apalagi ditengah musibah non alam ini, para petugas pengawasan dan seluruh jajaran yang bertugas, juga para pemilih yang nanti akan memilih selalu diberikan kesehatan. Sehingga harapan terbaik kita, pilkada  berjalan dengan lancar, adil, bersih dan yang ikut serta selalu di lindungi Tuhan Yang Maha Esa, tutup Hardi.(Humas/DM).

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle