Lompat ke isi utama

Berita

Suhardi:Kolaborasi Semua Pihak Bisa Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

Suhardi:Kolaborasi Semua Pihak Bisa Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian
Anggota Bawaslu NTB, Suhardi, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram pada Sabtu (26/10)

MATARAM, Sahabat Bawaslu-Anggota Bawaslu NTB, Suhardi, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram pada Sabtu (26/10). Diskusi publik tersebut juga dihadiri jurnalis dan stakeholder terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi menyoroti fenomena hoaks dan ujaran kebencian yang cenderung meningkat di masa kampanye. Hoaks dan ujaran kebencian tersebut disebar di media sosial melalui akun-akun anonim dan menyerang pasangan calon kepala daerah yang menjadi peserta Pilkada.

“Bawaslu dalam hal melakukan pengawasan dan penanganan pelanggaran juga termasuk ke dalam media sosial, karena kampanye di media sosial sendiri juga ada regulasinya di peraturan KPU, selain itu ada juga UU ITE yang mengatur ketentuan pidana soal ujaran kebencian di media sosial,” ungkap Suhardi.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa dalam melakukan penanganan pelanggaran kampanye di media sosial dan media massa, Bawaslu bermitra dengan stakeholder dan aparat penegak hukum terkait. Untuk pelanggaran tindak pidana pemilihan sendiri, baik yang dilakukan di media sosial, dilakukan oleh sentra Gakkumdu.

“Sama seperti pemilu, sentra Gakkumdu juga ada di Pilkada, kalau ada konten kampanye di media sosial yang mengandung dugaan tindak pidana, maka akan diproses di Gakkumdu, kalau pelanggaran dilakukan saat masa kampanye di media massa, maka disampaikan ke KPID,” imbuhnya.

Suhardi juga menyoroti keberadaan akun-akun palsu yang menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks. Ia menilai, peran masyarakat sangat penting dalam melawan hoaks di media sosial, oleh karena itu ia mendorong semua pihak terutama stakeholder untuk mengedepankan edukasi dan literasi digital bagi masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Tidak cuma pemerintah, tapi tentu teman-teman jurnalis atau media, juga punya peran penting untuk memberikan edukasi pada masyarakat karena hoaks yang makin banyak menyebar pasti akan cepat hilang kalau masyarakat kita punya literasi digital yang baik,” tutupnya.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle