Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu NTB Tutup Orientasi PPPK, Bekali 118 Pegawai Perkuat Profesionalisme dan Integritas

Bawaslu NTB

Foto bersama  seluruh peserta usai kegiatan Penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi NTB Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bawaslu Provinsi NTB

MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB, Kamis (16/7). Penutupan kegiatan dilakukan secara daring oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratip

Kegiatan orientasi diikuti oleh 118 PPPK yang bertugas di Bawaslu Provinsi NTB maupun Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB. Orientasi dilaksanakan dalam tiga kelas, dengan kelas pertama dimulai pada 22 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan kelas kedua dan ketiga hingga seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup pada hari ini.

Orientasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun sumber daya manusia yang profesional serta memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai tugas dan fungsi kelembagaan. Melalui kegiatan ini, para PPPK dibekali pengetahuan sebagai bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Bawaslu.

Selama mengikuti orientasi, peserta memperoleh materi yang disusun dalam lima agenda pembelajaran, meliputi pengenalan struktur organisasi dan tata kerja Bawaslu, pengenalan jabatan, manajemen kinerja organisasi, kompetensi teknis administrasi perkantoran, serta penerapan fungsi dan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di tempat kerja.

Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratip menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian orientasi hingga selesai.

"Orientasi ini menjadi langkah awal bagi PPPK untuk memahami peran, tanggung jawab, dan budaya kerja di lingkungan Bawaslu. Saya berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan secara profesional dan berintegritas," ujar Itratip.

Menurutnya, keberadaan PPPK merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas aparatur tidak berhenti pada kegiatan orientasi. Proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi perlu terus dilakukan agar seluruh pegawai mampu beradaptasi dengan perkembangan organisasi serta dinamika penyelenggaraan kepemiluan.

Penutupan orientasi menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Bekal pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas di masing-masing unit kerja, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Melalui penyelenggaraan orientasi ini, Bawaslu NTB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat kelembagaan. Dengan aparatur yang profesional, adaptif, dan berintegritas, Bawaslu optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan pelayanan kepada masyarakat.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle