Bawaslu NTB Kunjungi DPD Partai NasDem Tatap Pemilu 2029, Bersinergi Jaga Netralitas dan Berantas Politik Uang
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai langkah estafet konsolidasi demokrasi menuju Pemilu 2029 dengan mengunjungi Kantor DPW Partai NasDem NTB pada Rabu (3/6/2026). Pertemuan perdana ini menjadi momentum krusial bagi kedua lembaga untuk merefleksikan evaluasi Pemilu 2024, khususnya dalam memperkuat netralitas penyelenggara dan memutus mata rantai politik uang di Bumi Gora.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, kedua belah pihak mengangkat isu krusial yang menjadi tantangan besar ke depan, yaitu “Netralitas Penyelenggara dan Politik Uang: Pekerjaan Rumah Bawaslu Menuju 2029”. Topik ini sengaja digaungkan sebagai bentuk refleksi mendalam atas pelaksanaan Pemilu 2024 sekaligus peta jalan persiapan menyambut kontestasi politik di tahun 2029.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan upaya serius untuk merajut hubungan kelembagaan yang kokoh dengan partai politik sebagai salah satu pilar utama demokrasi.
"Kedatangan Bawaslu mengunjungi partai politik merupakan bagian dari upaya menyambung tali silaturahmi dengan seluruh partai politik. Hal ini penting agar keterhubungan antara Bawaslu dan partai politik tidak hanya terjadi ketika pemilu atau tahapan tertentu saja, tetapi berlangsung secara berkelanjutan," ujar Itratip.
Lebih lanjut, Itratif menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan wadah penting untuk menyerap aspirasi dari bawah. Evaluasi objektif dari partai politik dinilai sangat berharga demi menyempurnakan kualitas pemilu mendatang.
"Selain itu, maksud dari silaturahmi ini berkaitan dengan konsolidasi demokrasi, yaitu meminta saran, masukan, atau jajak pendapat dari semua pihak termasuk partai politik mengenai pelaksanaan atau evaluasi Pemilu Tahun 2024. Dengan demikian, Pemilu Tahun 2029 dapat berjalan dengan maksimal," tambahnya.
Menjawab rumor yang kerap berkembang di masyarakat, Itratif menggarisbawahi komitmen Bawaslu terkait isu netralitas penyelenggara. Ia menantang semua pihak untuk berani melapor jika menemukan kejanggalan di lapangan, bukan sekadar melempar isu tanpa dasar.
"Apabila masyarakat atau partai politik menemukan indikasi ketidaknetralan penyelenggara, dimohon untuk melaporkan beserta bukti yang ada. Bawaslu banyak mendengar kabar mengenai penyelenggara pemilu yang ikut bermain, namun pada saat tahapan pemilu tidak ada satu pun pihak yang melaporkan ke Bawaslu atau ke DKPP," tegasnya.
Terkait kendala teknis penataan data digital seperti Sirekap yang sempat menjadi sorotan nasional, Itratif memberikan klarifikasi bahwa regulasi tersebut berada di ranah pusat. "Terkait akses Sirekap dan sistem lainnya, hal tersebut merupakan kebijakan nasional dan Bawaslu tidak dapat mengaksesnya, namun Bawaslu terus berusaha melakukan pengawasan dengan sumber daya yang ada," jelasnya.
Langkah progresif Bawaslu NTB ini mendapat apresiasi tinggi dari internal Partai NasDem. Ketua Bapilu Partai NasDem NTB, Wahidjan, mengaku bangga karena partai besutan Surya Paloh ini menjadi pelopor atau parpol pertama yang disambangi oleh pengawas pemilu dalam agenda konsolidasi ini.
"DPW Partai NasDem NTB menyambut baik kegiatan konsolidasi Bawaslu ke partai politik. Apalagi Partai NasDem menjadi partai politik pertama di NTB yang dikunjungi oleh Bawaslu," ungkap Wahidjan.
Salah satu poin penting yang dihasilkan dari pertemuan ini adalah rencana kolaborasi dalam membekali para saksi partai. NasDem menilai saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah benteng pertama dalam menjaga kemurnian suara rakyat.
"Kami berharap ada bentuk kolaborasi bersama antara Bawaslu NTB dengan DPW Partai NasDem NTB melalui penguatan kapasitas saksi dalam pemilu, karena saksi memiliki peran penting dalam pengawasan pemilu. Partai NasDem berharap dapat bekerja sama dalam mengedukasi saksi sehingga mereka mengetahui hak dan kewajibannya sebagai saksi dalam pemilu," papar Wahidjan.
Merespons hal tersebut, Itratip menyatakan bahwa Bawaslu sangat terbuka dan siap memfasilitasi kebutuhan edukasi tersebut. "Bawaslu sangat terbuka apabila Partai NasDem ingin berkolaborasi dalam pelatihan saksi. Bawaslu siap menjadi narasumber, baik jika diundang maupun jika kegiatan dilaksanakan di kantor Bawaslu," sambut Ketua Bawaslu NTB.
Pertemuan yang dihadiri oleh 12 peserta dari jajaran pengurus DPW Partai NasDem NTB dan jajaran pimpinan Bawaslu NTB ini ditutup dengan sesi foto bersama. Pancaran keakraban yang hangat di akhir acara menjadi simbol optimisme dan komitmen kuat yang solid dalam menjaga marwah demokrasi yang bersih, jujur, adil, dan bermartabat di Nusa Tenggara Barat.