Bawaslu Mengajar di SMAN 1 Labuapi: Suhardi Ajak Siswa Fahami Esensi Demokrasi dan Ingatkan Pentingnya Cek Visi Misi Calonntingnya Cek
|
LOMBOK BARAT, SAHABAT BAWASLU - Kegiatan Bawaslu Mengajar kembali digelar, kali ini bertempat di SMAN 1 Labuapi. Lombok Barat, Jumat (8/5/2026). Suhardi, Koordinator Divisi Hukum dan Sengketa Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat, hadir memberikan konsolidasi demokrasi kepada para siswa dengan menekankan pentingnya memahami tujuan Pemilu dan peran pemilih dalam menentukan arah bangsa
Dalam pemaparannya, Suhardi menegaskan bahwa Pemilu bukan sekadar rutinitas politik, melainkan sarana fundamental untuk memilih pemimpin bangsa. “Pemilu itu diselenggarakan untuk memilih presiden, DPR, serta kepala daerah di masing-masing daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, segala kebijakan pemerintah, termasuk yang keliru, berawal dari hasil pilihan rakyat. “Awal mulanya justru adalah hasil pilihan dari kawan-kawan semua yang mungkin saja telah salah memilih,” tegasnya.
Karena itu, Suhardi mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, benar-benar memahami visi dan misi calon yang akan dipilih. “Dalam memilih wakil rakyat maupun kepala daerah, kita harus benar-benar mengetahui visi dan misi dari calon pilihan kita, agar nantinya dapat memajukan bangsa dan negara kita,” katanya.
Suasana semakin hidup ketika Suhardi berdiskusi langsung dengan para siswa. Pertanyaan yang muncul di antaranya mengenai kasus mantan Bupati Iskandar. Menanggapi hal itu, Suhardi menjelaskan, “Menurut informasi yang saya peroleh, Iskandar diberhentikan karena sakit pada tahun 2008, kemudian tahun 2009 lepas dari hukuman tersebut.”
Selain itu, isu politik uang juga menjadi sorotan. Seorang siswa mempertanyakan mengapa sosialisasi terkait serangan fajar tidak disampaikan secara luas kepada peserta Pemilu. Pertanyaan ini menjadi refleksi penting bahwa edukasi politik harus terus diperkuat agar masyarakat memahami bahaya praktik yang merusak integritas demokrasi.
Kegiatan Bawaslu Mengajar di SMAN 1 Labuapi ini menunjukkan komitmen Bawaslu NTB dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Dengan pendekatan dialogis, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berpikir kritis tentang peran mereka sebagai pemilih di masa depan.