Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mengajar di SMAN 5 Mataram: Hasan Basri Ajak Pelajar Jadi Pelopor Demokrasi Bersih.

Hasan Basri

Hasan Basri saat menyampaikan materi dalam kegiatan Bawaslu Mengajar di SMAN 5 Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi demokrasi kepada generasi muda untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan menanamkan nilai integritas dalam pemilu

MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Semangat demokrasi terasa begitu hidup di Aula kelas SMAN 5 Mataram saat kegiatan “Bawaslu Mengajar” digelar dengan menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hasan Basri, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi politik yang inspiratif bagi para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi sejak dini.

Dalam suasana kelas yang interaktif dan penuh antusiasme, Hasan Basri menyampaikan materi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, bahaya politik uang, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, para siswa diajak mengenal lebih dekat proses pemilu dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan jujur dan adil.

Menurut Hasan Basri, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memilih pemimpin setiap lima tahun sekali, melainkan juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat turut memastikan proses tersebut berlangsung transparan, berintegritas, dan bebas dari pelanggaran.

“Demokrasi yang bermartabat lahir dari partisipasi rakyat yang cerdas dan berani menolak politik uang. Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui pemilu yang bersih,” ujar Hasan Basri di hadapan para siswa.

Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas lembaga pengawas semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda. Menurutnya, siswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan integritas di lingkungan sekitarnya.

Dalam pemaparannya, Hasan Basri juga memperkenalkan tiga lembaga utama penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Para siswa diberikan pemahaman mengenai fungsi dan kewenangan masing-masing lembaga dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan pemilu berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar politik uang, netralitas penyelenggara pemilu, hingga bagaimana anak muda dapat berkontribusi dalam pengawasan partisipatif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu demokrasi dan kepemiluan.

Kegiatan Bawaslu Mengajar ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga momentum penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda agar lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Melalui pendidikan demokrasi sejak dini, diharapkan lahir generasi yang memiliki integritas serta keberanian untuk menolak segala bentuk pelanggaran pemilu.

Di akhir sesi, Hasan Basri mengajak seluruh siswa untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan tidak apatis terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan anak-anak muda yang berani berkata tidak terhadap kecurangan dan pelanggaran pemilu,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan demokrasi serta mendorong lahirnya budaya pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda demi terciptanya pemilu yang bersih, jujur, dan bermartabat.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle