Bawaslu NTB dan Bawaslu Kota Mataram Lakukan Uji Petik Data Pemilih Pemula di SMAN 2 Mataram
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU -Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bawaslu Kota Mataram melaksanakan uji petik data pemilih pemula terhadap 40 siswa dan siswi SMAN 2 Mataram, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026, khususnya untuk memastikan pemilih pemula yang telah memenuhi syarat dapat terdaftar dalam daftar pemilih.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 2 Mataram tersebut disambut antusias oleh para siswa dan siswi yang terpilih sebagai responden uji petik. Melalui kegiatan ini, jajaran pengawas pemilu melakukan pengecekan dan pencocokan data untuk memperoleh gambaran mengenai kesesuaian data pemilih pemula dengan kondisi di lapangan.
Uji petik ini juga menjadi salah satu langkah pengawasan Bawaslu dalam mengawal akurasi dan kualitas data pemilih. Pemilih pemula menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemutakhiran data, mengingat terdapat warga yang baru memasuki usia memenuhi syarat sebagai pemilih.
Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Provinsi NTB, Ida Ayu Wayan Manik Kurniawati, menyampaikan bahwa uji petik merupakan bagian penting dari pengawasan untuk memastikan data pemilih berkelanjutan tetap akurat dan mutakhir.
“Melalui uji petik ini, kami ingin memastikan bahwa data pemilih pemula yang telah memenuhi syarat benar-benar tercatat dalam Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Pengawasan ini penting untuk menjaga akurasi data pemilih sekaligus memastikan hak konstitusional masyarakat dapat terlindungi,” ujar Ida Ayu Wayan Manik Kurniawati.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung proses pemutakhiran data pemilih. Menurutnya, para siswa tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga perlu memahami pentingnya memastikan data kependudukan dan status kepemilihannya tercatat dengan benar.
Dalam pelaksanaannya, para siswa yang menjadi responden mengikuti proses pengecekan data dan memberikan informasi yang diperlukan oleh petugas. Interaksi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Bawaslu untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, khususnya di kalangan pemilih pemula.
Kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara yang memiliki hak pilih. Dengan pemahaman sejak dini, generasi muda diharapkan semakin peduli terhadap proses demokrasi dan turut berperan aktif dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang transparan dan berintegritas.
Uji petik ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk mengidentifikasi potensi persoalan dalam pemutakhiran data pemilih, termasuk kemungkinan adanya pemilih pemula yang belum tercatat atau ketidaksesuaian informasi kependudukan. Hasil kegiatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Melalui sinergi antara Bawaslu Provinsi NTB dan Bawaslu Kota Mataram, pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menggunakan hak pilihnya.
Bawaslu NTB terus mendorong pengawasan partisipatif sebagai salah satu upaya menjaga kualitas demokrasi. Kegiatan uji petik di SMAN 2 Mataram menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung kepada pemilih pemula untuk memastikan hak pilih mereka terlindungi sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya data pemilih yang akurat.