Lompat ke isi utama

Berita

Soroti Politik Uang dalam Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB dorong Mahaiswa Universitas 45 Aktif Kawal Pemilu

Konsolidasi Demokrasi

Anggota Bawaslu NTB, Suhardi, berdiskusi bersama pengurus BEM Universitas 45 Mataram (Upatma) dalam kegiatan konsolidasi demokrasi untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan mengawal Pemilu 2029, Kamis (22/10/2026).

MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Bawaslu NTB mengajak mahasiswa berperan aktif dalam mengawal demokrasi dan pengawasan pemilu melalui diskusi konsolidasi demokrasi bersama pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 45 Mataram (Upatma), Kamis (22/10/2026), di Kampus Universitas 45 Mataram.

Anggota Bawaslu NTB, Suhardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan antara Bawaslu dan mahasiswa agar tidak berjarak dalam upaya menjaga demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui konsolidasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak.

“Bawaslu menjalankan tiga tugas utama, yaitu cegah, awasi, dan tindak. Kami berharap mahasiswa dapat terlibat aktif dalam mengawal jalannya demokrasi, termasuk melalui ruang diskusi dan kolaborasi yang terbuka,” ujar Suhardi.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan BEM Upatma menyoroti praktik politik uang yang masih terjadi di masyarakat. Mereka menilai diperlukan konsolidasi yang jelas dan terstruktur hingga tingkat akar rumput untuk meminimalkan praktik tersebut serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga integritas pemilu.

Lebih lanjut, perwakilan BEM Upatma juga menyoroti masih terbatasnya pendidikan politik di desa yang berdampak pada pemahaman masyarakat terhadap makna politik. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi maraknya politik uang dan kesalahpahaman dalam memaknai kehidupan politik.

"Kami rasa, perlu adanya peningkatan efektivitas pengawasan Bawaslu di lapangan agar semakin menjangkau masyarakat di berbagai lapisan." ungkap salah satu perwakilan BEM Upatma.

Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan pemilu yang lebih partisipatif dan responsif terhadap persoalan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu NTB berharap mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan pendidikan politik, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu 2029. Bawaslu NTB juga membuka ruang dialog dan kolaborasi berkelanjutan dengan mahasiswa untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle