Bawaslu NTB dan Gerindra Perkuat Konsolidasi Demokrasi Menuju Pemilu Mendatang
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat konsolidasi demokrasi bersama DPD Partai Gerindra NTB. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mempererat komunikasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik sekaligus menyerap berbagai masukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan pemilu mendatang.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, menyampaikan bahwa konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu memperkuat hubungan kelembagaan dengan partai politik, baik pada saat tahapan pemilu berlangsung maupun di luar tahapan.
“Konsolidasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk memperkuat tali silaturahmi antara penyelenggara pemilu dan partai politik, baik pada saat ada tahapan maupun di luar tahapan pemilu. Kami berterima kasih atas sambutan baik dari jajaran DPD Partai Gerindra dan mengharapkan masukan kritis sebagai catatan perbaikan untuk penyelenggaraan pemilu mendatang,” ujar Itratip.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Fathul Bahri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan jajaran Bawaslu NTB. Menurutnya, kehadiran Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan secara independen dan melekat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan jajaran Bawaslu. Kehadiran Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan yang independen dan melekat sangat penting dan perlu disosialisasikan secara berkelanjutan hingga pelaksanaan pemilihan mendatang,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah isu strategis, di antaranya dinamika kepengurusan dan perpindahan keanggotaan partai pascapemilu yang berdampak terhadap pemutakhiran data dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), penguatan kualitas sumber daya manusia pengawas ad hoc, serta pentingnya peningkatan kapasitas dan integritas Pengawas TPS.
Bawaslu NTB juga menekankan pentingnya pembekalan dan bimbingan teknis secara berkala bagi jajaran pengawas di tingkat bawah. Hal ini diperlukan untuk memperkuat pemahaman terhadap regulasi, meningkatkan integritas, serta membangun ketahanan mental pengawas dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Selain itu, Bawaslu mendorong Partai Gerindra dan partai politik lainnya untuk mengoptimalkan peran saksi resmi partai dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Keberadaan saksi partai dinilai penting untuk memastikan proses berjalan transparan dan memudahkan penyelesaian apabila terjadi persoalan pada saat maupun setelah penghitungan suara.
Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bawaslu dan partai politik dalam membangun demokrasi yang lebih berkualitas, berintegritas, serta mengedepankan pencegahan sejak dini menuju penyelenggaraan pemilu mendatang.