Hasan Basri: Tingkatkan Eksistensi Lembaga, Bawaslu Lombok Timur Instruksikan Seluruh Staf Jadi "Wajah" Humas
|
LOMBOK TIMUR, SAHABAT BAWASLU – Bawaslu Kabupaten Lombok Timur menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kehumasan di Aula Kantor Bawaslu Lotim, Kamis (7/5). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan, sekretariat, serta seluruh staf Bawaslu Lombok Timur dengan tujuan meningkatkan kemampuan penulisan berita, pengelolaan media sosial, dan komunikasi publik.
Kepala Sekretariat Bawaslu Lotim menegaskan bahwa bimtek ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas SDM. “Kehumasan bukan hanya tugas staf humas, tetapi seluruh jajaran harus memiliki pemahaman yang sama agar citra lembaga semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Hasan Basri, Kordiv P2H Bawaslu Provinsi NTB, memberikan arahan tegas mengenai peran strategis humas. Ia menekankan bahwa humas adalah wajah lembaga. “Kerja kehumasan tidak hanya terbatas pada divisi tertentu, namun seluruh staf harus mengetahui dan memahami kehumasan,” tegasnya.
Hasan Basri juga menyoroti pentingnya publikasi berita secara konsisten. “Standar jumlah berita kabupaten/kota yang harus dipublikasikan selama satu tahun adalah minimal 104 berita, atau sekitar 8 berita per bulan. Berita bisa berasal dari kegiatan konsolidasi demokrasi, kegiatan internal, maupun aktivitas divisi lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa publikasi bukan sekadar formalitas, melainkan corong utama lembaga. “Masyarakat mengetahui eksistensi Bawaslu dari publikasi kehumasan yang mampu meningkatkan dan menguatkan citra lembaga,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Hasan Basri juga menyoroti rendahnya interaksi di media sosial Bawaslu Lotim. “Saya melihat jumlah like hampir semua postingan Facebook Bawaslu Lotim tidak lebih dari 5-6, padahal followernya ribuan. Ini tidaklah seimbang,” kritiknya.
Sebagai solusi, ia mendorong seluruh staf untuk aktif membagikan konten lembaga melalui akun pribadi. “Setiap staf pasti memiliki minimal satu akun media sosial. Jika semua rutin membagikan berita Bawaslu, dampaknya akan terasa. Dari ribuan follower, meski hanya sebagian kecil yang membaca dan bertindak, itu tetap berarti besar,” paparnya.
Hasan Basri bahkan memberikan contoh konkret: “Saya punya 5000 follower di Facebook. Setiap kali saya share berita Bawaslu, sekitar 500 orang melihat, 50 membaca, dan 5 ikut melaksanakan. Angkanya kecil, tapi jika dilakukan rutin, dalam setahun dampaknya luar biasa,” ujarnya penuh keyakinan.
Di akhir arahan, ia menegaskan komitmen bersama. “Mulai hari ini, semua staf harus aktif ikut menshare berita dari Bawaslu di akun pribadi masing-masing. Humas adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Dengan bimtek ini, Bawaslu Lombok Timur berharap publikasi kehumasan semakin hidup, interaktif, dan mampu memperkuat citra lembaga sebagai pengawas demokrasi yang profesional.