Ketua Bawaslu NTB: Pengawasan Adalah Fondasi Demokrasi, Integritas Kunci Kepercayaan Publik
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Ketua Bawaslu NTB, Itratip, tampil sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Penegakan Etika Penyelenggara Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Indonesia yang digelar Selasa (09/06/2026). Dalam pemaparannya, ia menekankan urgensi pengawasan sebagai fondasi pemilu demokratis, sekaligus membedah sejumlah putusan DKPP yang melibatkan jajaran Bawaslu se-NTB. Itratip juga menawarkan strategi taktis untuk memperkuat integritas penyelenggara, langkah yang dinilai krusial demi menjaga profesionalitas kerja dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu di daerah.
Lebih jauh, Itratip memaparkan strategi taktis yang dinilai mendesak untuk memperkuat integritas penyelenggara, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan koordinasi lintas lembaga, hingga penerapan standar etika yang lebih ketat. Menurutnya, langkah-langkah konkret ini bukan hanya menjaga profesionalitas kerja, tetapi juga menjadi jalan untuk mengembalikan kepercayaan penuh masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu di daerah. “Demokrasi hanya akan kokoh bila lembaga pengawas bekerja dengan penuh tanggung jawab, berani menegakkan aturan, dan konsisten menjaga integritas,” pungkasnya.
Melengkapi diskusi, saya ingin menekankan kembali bahwa pengawasan bukan hanya sekadar mekanisme teknis, melainkan fondasi utama yang menentukan arah demokrasi kita. Tanpa pengawasan yang kuat, setiap proses pemilu berisiko kehilangan legitimasi dan kepercayaan publik. Putusan-putusan DKPP yang melibatkan jajaran Bawaslu se-NTB menjadi cermin sekaligus pengingat bahwa integritas tidak boleh ditawar, karena setiap pelanggaran sekecil apa pun dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas.
Oleh karena itu, strategi taktis yang saya sampaikan harus segera diimplementasikan. Kita perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas koordinasi lintas lembaga, serta menegakkan standar etika yang lebih ketat di semua tingkatan. Langkah-langkah ini bukan hanya untuk menjaga profesionalitas kerja, tetapi juga untuk memastikan bahwa Bawaslu di daerah benar-benar menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.
Saya percaya, dengan komitmen bersama, kita mampu mengembalikan kepercayaan penuh publik terhadap lembaga pengawas pemilu. Demokrasi Indonesia akan semakin kokoh bila pengawas bekerja dengan penuh tanggung jawab, berani menegakkan aturan, dan konsisten menjaga integritas. Inilah jalan yang harus kita tempuh demi masa depan demokrasi yang lebih bermartabat."