Melalui SIROIS, Bawaslu NTB Perkuat Integritas dan Etika Bermedia Sosial Berlandaskan Nilai-Nilai Islam
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menyelenggarakan kegiatan SIROIS (Siraman Rohani Islam) sebagai bagian dari program pembinaan rohani rutin Jumpa Jum'at Sehati, pada Jum'at, 24 Juli 2026, bertempat di Musholla Sahabat Bawaslu Provinsi NTB. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar lembaga dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas, dan akhlak seluruh jajaran Bawaslu NTB agar senantiasa menjalankan tugas pengawasan pemilu dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan profesionalisme.
Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustaz Syahril Gufron, S.Pd., Staf Bawaslu Provinsi NTB, dengan mengangkat tema "Qaulan Sadida: Berbicara Benar, Bijak, dan Menjaga Lisan di Dunia Maya." Tema ini dipilih sebagai bentuk penguatan kesadaran seluruh insan Bawaslu agar mampu menjaga etika komunikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di ruang digital yang semakin berkembang.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Syahril Gufron menjelaskan bahwa Qaulan Sadida merupakan ajaran Islam yang menekankan pentingnya berkata benar, jujur, santun, dan bertanggung jawab atas setiap ucapan maupun tulisan.
"Di era digital saat ini, menjaga lisan bukan hanya ketika berbicara secara langsung, tetapi juga menjaga setiap tulisan, komentar, maupun informasi yang kita sebarkan di media sosial. Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk memastikan bahwa setiap perkataan membawa manfaat, menghindari fitnah, hoaks, serta tidak menjadi penyebab perpecahan. Jadikan media sosial sebagai ladang amal dengan menyebarkan kebaikan, ilmu, dan pesan-pesan yang menyejukkan," ujar Ustaz Syahril Gufron.
Ia menambahkan bahwa aparatur negara, termasuk insan Bawaslu, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang santun dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Provinsi NTB, Syaifuddin, menyampaikan bahwa kegiatan SIROIS merupakan agenda pembinaan rohani yang secara konsisten dilaksanakan melalui program Jumpa Jum'at Sehati sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan budaya kerja yang berintegritas.
"Program SIROIS melalui Jumpa Jum'at Sehati merupakan wadah untuk memperkuat keimanan, akhlak, dan integritas seluruh jajaran Bawaslu NTB. Kami meyakini bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan spiritual. Dengan demikian, setiap insan Bawaslu mampu menjalankan tugas secara profesional, jujur, beretika, serta menjadi teladan dalam berkomunikasi, termasuk di ruang digital," ungkap Syaifuddin.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam SIROIS diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Provinsi NTB. Selain mendengarkan tausiyah, kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah pengawasan demokrasi.
Melalui kegiatan SIROIS yang rutin dilaksanakan setiap pekan dalam program Jumpa Jum'at Sehati, Bawaslu Provinsi NTB terus berkomitmen membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai religius, profesional, dan berintegritas. Diharapkan, semangat Qaulan Sadida tidak hanya menjadi materi kajian, tetapi juga menjadi pedoman dalam setiap ucapan, tindakan, serta aktivitas di media sosial, sehingga seluruh insan Bawaslu mampu menjadi teladan dalam menjaga etika komunikasi, menyebarkan informasi yang benar, serta memperkuat kualitas demokrasi di Nusa Tenggara Barat.