Lompat ke isi utama

Berita

Merangkul Kelompok Rentan, Bawaslu NTB Teguhkan Pengawasan Partisipatif

Ngabuburit Pengawasan

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu NTB, Hasan Basri, membuka kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bareng Komunitas 2026 di Sekretariat PPDI NTB, Jumat (6/3). Kegiatan ini menjadi ruang dialog hangat bersama komunitas dan kelompok rentan untuk memperkuat pengawasan partisipatif.

LOMBOK BARAT, SAHABAT BAWASLU - Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bareng Komunitas 2026 dengan mengangkat tema “Merangkul Kelompok Rentan dalam Pengawasan Partisipatif”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PPDI Provinsi NTB pada Jumat, 6 Maret 2026, bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi antara Bawaslu dengan komunitas masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam rangka memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif. Melalui kegiatan ini, Bawaslu berupaya membangun kesadaran bersama bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri, membuka secara langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas demokrasi, karena masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu. Perlu keterlibatan masyarakat, termasuk komunitas dan kelompok rentan, agar proses demokrasi dapat berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Hasan Basri.

Menurutnya, kelompok rentan juga memiliki hak yang sama dalam proses demokrasi dan tidak boleh dipinggirkan dalam berbagai kegiatan pengawasan pemilu. Oleh karena itu, Bawaslu terus mendorong keterlibatan mereka agar pengawasan pemilu menjadi lebih inklusif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin merangkul berbagai komunitas, termasuk kelompok rentan, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai menjelang waktu berbuka puasa tersebut diikuti oleh perwakilan komunitas dari PPDI Provinsi NTB. Para peserta juga berbagi pandangan mengenai pentingnya memperkuat peran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi antara Bawaslu dengan komunitas masyarakat, sehingga pengawasan pemilu dapat dilakukan secara lebih luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bareng Komunitas ini, Bawaslu NTB berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pengawasan pemilu diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan partisipatif.

Bawaslu Provinsi NTB berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog bersama masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan diskusi komunitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif demi mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas di Nusa Tenggara Barat.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle