Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan 2026, Bawaslu NTB Dorong Penguatan Strategi Pengawasan Pemilu

Ngabuburit Pengawasan

Anggota Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri, membuka kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, yang diikuti jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB, mitra pengawasan partisipatif, serta stakeholder terkait.

MATARAM, SAHABAT BAWASLU -  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 sebagai ruang refleksi dan penguatan strategi pengawasan pemilu menuju demokrasi yang berintegritas. Kegiatan yang berlangsung dalam momentum bulan suci Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya membangun pengawasan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis pencegahan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Hasan Basri, Anggota Bawaslu Provinsi NTB, yang menekankan pentingnya forum diskusi sebagai ruang muhasabah demokrasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga kualitas proses elektoral. Ia menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar demokrasi tetap berjalan secara jujur dan berintegritas.

Dalam kegiatan ini, Bawaslu NTB menghadirkan Dr. Agus, M.Si, pakar tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Mataram, sebagai narasumber utama. Kehadiran pakar akademik diharapkan mampu memperkaya perspektif pengawasan melalui pendekatan ilmiah dan reflektif terhadap dinamika demokrasi elektoral.

Dalam pemaparannya, Dr. Agus menekankan pentingnya menjaga esensi demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pusat proses politik. Ia menilai bahwa pengawasan pemilu memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola demokrasi berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam demokrasi elektoral, mulai dari kompleksitas kepentingan politik hingga perlunya penguatan integritas dalam setiap tahapan pemilu. Menurutnya, pengawasan yang efektif harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis pencegahan.

Selain itu, materi yang disampaikan turut menekankan pentingnya penguatan pengawasan partisipatif, peningkatan transparansi, serta kolaborasi antar lembaga sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu ke depan.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan format diskusi interaktif yang melibatkan jajaran Bawaslu Provinsi NTB, Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB, mitra pengawasan partisipatif, serta stakeholder terkait.

Melalui forum ini, Bawaslu NTB berharap lahir gagasan dan catatan strategis yang dapat menjadi penguatan arah pengawasan pemilu, sekaligus memperluas partisipasi publik dalam mengawal proses demokrasi.

Menutup kegiatan, Hasan Basri menyampaikan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat refleksi dan sinergi bersama. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah nyata dalam mendorong pengawasan yang semakin profesional, partisipatif, dan berintegritas.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle