Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bawaslu NTB Teguhkan Semangat Kebangsaan
|
MATARAM, SAHABAT BAWASLU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bawaslu NTB tersebut diikuti jajaran Bawaslu Provinsi NTB bersama jajaran Bawaslu Kota Mataram.
Upacara berlangsung dalam suasana tertib dan khidmat. Anggota Bawaslu NTB, Syaifuddin, bertindak sebagai inspektur upacara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan sebagai bentuk refleksi atas nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Bagi jajaran Bawaslu, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu. Demokrasi yang berjalan dengan baik membutuhkan komitmen terhadap nilai keadilan, kesetaraan, penghormatan terhadap perbedaan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu tidak hanya berperan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan Pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya proses demokrasi yang berintegritas. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu terus diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi jajaran Bawaslu NTB untuk melakukan refleksi terhadap tanggung jawab kelembagaan dalam mengawal demokrasi. Pengawasan Pemilu tidak dapat dilepaskan dari semangat menjaga hak konstitusional masyarakat serta memastikan proses demokrasi berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan penting dalam menghadapi berbagai dinamika demokrasi. Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari kehidupan demokratis, namun perbedaan tersebut harus tetap ditempatkan dalam bingkai persatuan dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, Bawaslu NTB meneguhkan kembali komitmen untuk menjalankan tugas pengawasan secara profesional, berintegritas, transparan, dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas Pemilu dan proses demokrasi secara keseluruhan.
Nilai-nilai Pancasila juga diharapkan senantiasa tercermin dalam sikap dan perilaku seluruh jajaran pengawas Pemilu, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Semangat gotong royong, keadilan, persatuan, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi modal penting dalam membangun kerja kelembagaan yang solid dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Selain menjadi momentum mengenang sejarah bangsa, Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bahwa menjaga Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Dalam konteks penyelenggaraan demokrasi, tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang menjunjung tinggi aturan, menjaga netralitas, mencegah pelanggaran, serta memastikan hak-hak politik masyarakat tetap terlindungi.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bawaslu NTB berlangsung hingga selesai dengan tertib dan khidmat. Seluruh jajaran mengikuti setiap rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila sekaligus refleksi atas peran masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan semangat tersebut, jajaran Bawaslu NTB terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mengawal proses demokrasi agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.
Pancasila menjadi pijakan, persatuan menjadi kekuatan, dan pengawasan Pemilu yang berintegritas menjadi bagian dari pengabdian untuk demokrasi Indonesia.